Langsung ke konten utama
aku merindukanmu

ingin bertanya sudah sejauh mana langkahmu?
apa langkah itu sedang berhenti, berjalan perlahan, atau kau sedang berlari mengejar ketertinggalan.
yang lebih ingin tersampaikan padamu saat mata kita saling menatap, apa kau baik-baik saja? jawabanya diketahui alam semesta begitu diriku dan dirimu. kau sedang rapuh hancur luluh lantah oleh kedukaan. dan aku ingin jawaban itu sebagai isyarat untuk mendekat dan mendekap. tapi ironisnya aku tidak disampingmu. melihatmu tidak, mengetahuinya pun terlambat, saat kau mencoba tegar dengan kesendirian dan ketiadaan.

maaf kata yang tepat untuk mengambarkan penyesalanku, saat langkah ini ternyata berpisah di penghujung akhir masa SMA. jalan yang tak sama jadi tanda kita berpisah dengan waktu depan dengan yakin kau tak akan ada di waktu itu denganku.

tegar dengan waktu mungkin mengajarkanmu cara bertahan dari kesendirian. dan aku harap kau tidak mencoba untuk membenci kami ataupun dirimu sendiri.

aku berharap kau tersenyum hari ini sahabat

dariku untukmu yang terpisah oleh jarak

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanah Rantau

Bulan April datang Siapa paham itu hari malang Api menjalar waktu siang Semua lenyap tinggal ampas arang Perlahan-lahan makin jelas Tanah rantau memang keras Hidup di bangunan orang Bisa dirampas kala petang Gelap jadi makin pekat Tidak ada tawa di waktu padam Tidak ada cerita di waktu sunyi Hanya tangis, semua hilang Dinding kokoh jadi rapuh Di bawah kelabu makin jadi abu Runtuh ditinggal pergi jauh Tinggal puing ingatan semu Tempat dimana pernah ada kita anak-anak kecil yang bermain bersama Saya kembali Tapi hanya seorang diri

Kecoa Alay

Hai. Kenalin, gue Ayu. Ini pertama kalinya gue ngeblog, sorry kalo kata-kata gue keliatan amatir (emang) dan bertele-tele atau bahkan mirip alay. Tapi, enjoy aja ya sob. Ini bukan curhat, soalnya ini curahan otak. Jumat malam yang lalu, gue lagi termenung memikirkan nasib para semut. Karena waktu itu lagi hujan, rumah mereka yang di tanah gimana? Apakah udah hancur lebur kayak hati gue? Kalo iya, pasti sekarang mereka lagi berbaris di dinding dan menatapku curiga.  Eh, belum selesai gue merenung tiba-tiba ada kecoa mondar-mandir dihadapan gue. Hati dan pikiran gue kan jadi berpaling. Kecoanya sih cuma satu. Cuma satu ya, bukan satu ekor.   Renungan gue pun berlanjut..  Tujuan dia mondar-mandir di depan gue tuh apa sih? Apa dia mau pamer? Tapi pamer apa coba? Oooh, gue tau! Dia pasti mau pamer, kalo kakinya tuh lebih banyak daripada kaki gue. Setelah gue sadar apa tujuan dia mondar-mandir, gue melonjongkan tekad untuk menenangkan dia d...

Writer Block

Writer Block          Ternyata cari ide untuk tulis posting itu susahnya bukan gampang. Selama seminggu, gue gak dapat ide sama sekali.gue terkena kanker darah, bercanda maksudnya WRITER BLOCK. By the way, Ada sih ide absurd tentang cewe nembak cowo. Cewenya naik ke atap sekolah terus teriak “gue suka sama elo” sambil menyodorkan rumput. Selanjutnya gue gak ada ide lagi. Otak gue buntu gak ada jalan pintas ..i lost my idea, mungkin cinta tak seindah rumput. Kemudian muncul ide tentang trik kentut paling jaim. Pertama, kentut kipas-kipas. Volume kentutnya harus dikecilkan kemudian kipas-kipas biar baunya menyebar dan orang-orang gak tuduh elo kentut. Kedua, Kentut terus nuduh teman yang didekat loh.”wahh..loh kentut yah..ngaku loh”. Yang ketiga, kentut terus kumpulin dalam plastik tutupin rapat-rapat biar gas kentutnya tersimpan dalam plastik biar awet baunnya. Kemudian suruh deh teman loh buka tuh plastik dan reaksinya dapat di lihat di W...