Laman

Kamis, 11 Juni 2015

Sial dalam Waktu "13 MENIT"



Sial dalam Waktu "13 MENIT"

Mungkin ada yang pernah rasain  kesialan atau mungkin gak beruntung atau kelebihan senang makanya sedih. Sial itu paling gak mengenakan. Bikin mood yang tadinya senang bisa ancur lebur. Malam ini, iya tepat malam ini gue benar-benaran sial bukan main. Kenapa gue bilang begitu coba kalian bayangin gue sial 5 KALI DALAM WAKTU 13 MENIT.

So funny, itu mengunjang kejiwaan gue. kesialan gue bermula sejak gue ketemu cowo kupret (kutu kampret) dia membawa malapetaka buat gue. Ketemu dia aja jiwa gue udah terguncang. Gue yang tadinya bahagia walaupun jones berabad-abad. Kenapa bisa kebahagiaan gue terengut, ketemu dia di tempat warung mie ayam favorite gue lagi. Sebagai manusia yang selalu kena sial. Gue senyum aja berharap ini bukan sial mungkin Cuma gak beruntung aja.

Gue ke warung mie ayam bukan tanpa alasan. Gue mau liat mie berubah jadi ayam atau makan mi di temani ayam. Bercanda, gue mau beli mie ayam lah. Di sana udah rame, jadi gue terpaksa berdiri sambil nunggu pesanan gue. lalu, penjual mie ayam itu menghampiri gue sambil senyum gitu, gue balas senyum dong. Penjual mie ayam itu bilang “maaf, dek mie ayam-nya udah habis”. Gue speechless, dan pergi dengan cacing-cacing yang ngambek dalam perut gue. kemudian, gue senyum aja karena orang bijak pernah berkata “kalau di timpa masalah harus sabar”

Setelah itu, gue menghampiri satria, motor honda beat putih kesayangan gue. baru aja gue mau tancap gas. Hp gue yang namanya fibonnaci ngambek,kemudian mati. Gue pun berusaha membujuk fibonnaci “nyala dong, say. Kalau gak ada loh berarti gak ada musik, kalau gak ada musik berarti gue gak nyanyi, kalau gue gak nyanyi berarti gue gak bisa membunuh setan-setan di jalan dengan suara gue. kalau loh mau nyala, gue kasih permen deh, sebungkus.” Readers, fibonnaci tetap mati. Dia menantang gue rupanya. Tapi, sesuai kodrat alam gue bukan tuhan yang bisa menghidupkan sesuatu. Jadi, gue senyum lagi biar hati gue gak nyesek.

Untuk membunuh setan-setan dijalan gue berteriak dan ngomel melulu di jalan. Sebenarnya, gue bukan membunuh setan tapi biar gue gak takut sama setan, hihihihihihiiii. Di jalan, mulut gue gak bisa berhenti ngomel dan teriak-teriak. Dan tebak apa yang gue dapatkan. Guru SMA gue, ada yang liat gue ngomel. Terus dia ngeliatin gue gitu. Dan bodohnya gue, malah liat dia terus senyum. Oh god, please help me.

Gue mencoba menenangkan diri gue. “gonna be okay, all is well,all is well, all is well,all is well.” Itu mantra biar gue tenang. Selanjutnya, jangan lupa cacing-cacing dalam perut gue. gue gak sanggup kelaparan dan membuat cacing-cacing gue berubah jadi setan kelaparan. Jadi gue berhenti di warung basko setan. Berharap cacing-cacing di perut gue bisa jadi malaikat setelah gue makan bakso setan. Semuanya masih terkendali dan baik-baik aja. Tapi, gue sial lagi, udah nunggu-nya lama dan gue makan bakso tanpa mihun. Tau gak di bakso-nya pake ada cabe segala. Gue kepedisaan deh, dan kalian pasti tau, kalau gue harus senyum lagi di atas kesialan gue yang terjadi 5 kali dalam waktu 13 menit.

Cerita ini bukan rekayasa belaka. Ciyus mie ayam. Tapi ini mungkin cara tuhan biar gue bisa nulis posting dan para pembaca sekalian bisa puas ketawa di atas kesialana gue yang benar beneran sial.
Salam *J

 
ini masih 
muka gue yang normal 







 



ini muka gue,
setelah tertimpa sial.
perhatikan baik-baik, ada INGUS!!!                                                                                                                                                                                                                                                                                                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar